Para Begawan Coding Theory dan Signal Processing Berbagi Ilmu di Summerschool Bestrip-CODERA 2018 Telkom University

(Senin, 6 Agustus 2018, 05:45 WIB)

BANDUNG, Adwitech – Minggu lalu Adwitech yang berkolabirasi dengan Fakultas Teknik Elektro, ICAO, dan IO, telah sukses menyelenggarakan Summerschool Coding Theory and Signal Processing in 5G Era (CODERA 2018) dalam kerangka Bestrip 2018.

Dalam acara yang diselenggarakan seminggu mulai tanggal 30 Juli hingga 4 Agustus tersebut, empat orang dosen dan peneliti berkelas internasional bersama-sama dengan Dr. Eng. Khoirul Anwar menjadi pengajar dari kelas intensif coding theory dan signal processing sebagai dua elemen utama keilmuan dalam era 5G.

Pada hari pertama, Dr.Eng. Khoirul Anwar mengajarkan tajuk Basic Coding Theory for 5G Technology and Research Opportunities, yaitu dasar-dasar ilmu fundamental dalam coding yang akan bermanfaat dalam pengembangam teori dan aplikasi baru di era 5G. Pada hari kedua, Dr. Taufiq Asyhari dari Cranfield University, UK, mengajarkan tentang MIMO Wireless Communications: Fundamental Limits and Applications. Pada hari ketiga, Professor Stephan ten Brink memberikan ilmunya dalam Coding and Detection for Fiber Optic Channels. Profesor Stephan adalah yang pertama kali memperkenalkan metode EXIT chart. Sebuah metoda untuk analisis optimasi kapasitas kanal transmisi. Metode ini banyak dipakai oleh peneliti Adwitech dalam penelirian mereka. Pada hari keempat, Profesor Ryuji Kohno dari Yokohama National University (YNU) Jepang memperkenalkan aplikasi signal processing 5G, terutama dalam aplikasi medis dan ultra wide-band dalam tema Ultra Reliable Wireless Adhoc Networks for 5G and IoT/M2M Applications. Dan akhirnya pada hari kelima, Dr. Kohei Satoh dari ARIB Jepang, menerangksn tentang penerapan dan dampak regulasi dari implementasi 5G di Jepang.

Sekalipun materi yang diberikan mayoritas sangat fundamental, acara CODERA2018 terselenggara dengan baik dan mrndapatkan respon yang sangat baik dari para peserta. Hal ini disebabkan peserta mendapatkan bekal ilmu dalam penelitian bidang coding theory dan signal processing yang sangat penting dalam pengembangan teknologi 5G.

CODERA2018 sekaligus akan menjadi awal dari terselenggaranya summerschool-summerschool dengan topik lain di tahun-tahun mendatang di Telkom University, dan diharapkan akan memicu Telkom University sebagai pusat pengembangan riset fundamental. Ini sangat selaras dengan rencana strategis Telkom University.

Hasil dari kegiatan tersebut langsung terasa. Profesor Stephan ten Brink langsung menawarkan peluang studi S2 di Stuttgard. Dr. Kohei Satoh menawarkan kerjasama yang lebih erat dengan forum 5G dunia (5GMF). UTM menawarkan beasiswa S3 yang fleksibel, dan peluang dual degree melalui master by research di Cranfield university. Sejumlah penawaran bimbingan mahasiswa bersama antara Telkom Unuversity dan universitas-universitas nasional juga bermunculan.

Terakhir, penyelenggaraan CODERA2018 sekaligus adalah rintisan upaya Telkom University untuk mencoba sistem pengajaran modular, yang sangat mungkin menjadi pilihan pola pengajaran intensif di masa depan.

Penulis: Nachwan Mufti Adriansyah
Editor: Budi Syihabuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *