Cara-Cara Untuk Memprioritaskan Informasi Manusia Dibanding Informasi Mesin Telah Ditemukan!

Apakah yang anda pikirkan akan terjadi di era informasi massif masa depan yang penuh dengan sensor? Akankah informasi bercampur antara informasi manusia dan informasi mesin? Akankah jaringan akan menyisihkan informasi dari manusia dibandingkan informasi dari mesin? Lalu bagaimana caranya kita memprioritaskan informasi manusia diatas informasi mesin agar teknologi tidak kehilangan sisi kemanusiaan sebagai penciptanya?

Kecamuk pertanyaan itulah yang ingin dijawab oleh Solichah Larasati dan Khoirun Niamah, dua orang sahabat yang sama-sama bekerja sebagai peneliti di Adwitech Telkom Uiversity. Mereka menuntaskan pertanyaan itu hari ini, Kamis 19 Juli 2018, dalam sidang tesis mereka. Sekalipun mereka menjawab pertanyaan yang sama, Laras dan Irun, demikian panggilan akrab mereka, memiliki cara dan metode yang berbeda untuk membedakan dan memprioritaskan trafik manusia terhadap trafik mesin. Laras, wanita dari kota kecil Purwokerto ini menggunakan kode-kode Maximum Distance Separable (MDS), dengan tesisnya yang berjudul “Optimal Degree Distribution of Maximum Distance Separable (MDS) Codes for Prioritizing Human Data Traffic Over Machines in Future Wireless Networks “.  Sementara itu Irun, gadis dari Medan menggunakan Repetition Codes (RC) dengan judul tesisnya adalah “Optimal Degree Distribution of Repetition Codes for Prioritizing Human Data Communications Over Machines for Future IoT Networks”.

Kode MDS dan kode repetisi dipilih berdasarkan pertimbangan yang berbeda. Laras memilih kode MDS dimotivasi dari kebutuhan high data rate transmission dengan code rate melampaui 0.5. Sementara itu, Irun memilih RC karena kemudahan desain dan implementasi. Pada repetition codes (RC), paket dikopi dan ditransmisikan pada tujuan yang sama berdasarkan rate data yang didesain. Apa yang Laras dan Irun kerjakan adalah fundamental penting bagi kalangan ilmu pengetahuan dalam menyongsong era informasi massif Internet of Things yang penuh dengan sensor. Mereka memberikan solusi, bahwa teknologi informasi maju tidak harus tercerabut dari akar kemanusiaan. Riset ini akhirnya memberikan contoh, bahwa informasi tentang status kesehatan jantung yang demikian penting misalnya, tidak harus dikalahkan oleh informasi sensor dari kulkas, dalam jaringan telekomunikasi masa depan.

Sidang tesis Larasati dan Khoirun diselenggarakan di Ruang Video Conference Pasca Sarjana Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom. Dewan penguji sidang Larasati oleh Dr. Aly Muayyadi (ketua), Dr. Ida Wahidah (anggota), dan Ir. Daru Arseno, MT. Dewan sidang Khoirun oleh Dr. Levy Olivia Nur (ketua), Ir. Daru Arseno, MT dan Dr. Fiky Y Suratman (anggota). Kedua peneliti dibimbing oleh Dr. Eng. Khoirul Anwar dan Dr. Nachwan Mufti Adriansyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *